Selasa, 10 Juni 2008

Ketika Hawa Berkata “Tidak”

Berjuta – juta tahun yang lalu, dikisahkan seorang Nabi bernama Adam diciptakan sebagai manusia pertama… Lalu dengan anugrah Tuhan, Adam dikaruniai pasangan hidup yang tercipta dari tulang rusuknya sendiri…

Karena buah terlarang, mereka di usir dari surga… Sejak saat itulah katanya, manusia tidak luput dari kesalahan… Jika mereka tidak memakan buah terlarang, apa manusia akan jadi makhluk sempurna tanpa kesalahan? Kita anggap saja mungkin…

Manusia, ada sekarang dengan segala intrik dan kesalahannya anggap saja sebagai turun – temurun dari sang Adam.. Lalu bagaimana dengan sifat – sifat Adam dan Hawa yang lain?

Apakah Hawa selalu patuh? Apakah Hawa selalu mengangguk? Apakah Hawa selalu tersenyum? Apakah Hawa pernah berkata “TIDAK”?

Saya rasa, Hawa tidak pernah berkata tidak…


Saat ini, dimana tidak semua manusia mengenal Adam dan Hawa, ada satu pertanyaan yang sangat mengganggu saya.. Satu pertanyaan yang mungkin merupakan bentuk dari kekecewaan saya terhadap mereka, kaum hawa….

Satu pertanyaan saya,


“ Mengapa jika Hawa tidak pernah berkata tidak, mereka dan banyak kaum hawa lainnya dengan lantang dapat berkata tidak?”


Pertanyaan yang tidak rasional…

Tapi saya tidak dapat memungkirinya, dimana setiap pagi, senja dan malam di setiap hari yang saya punya, pertanyaan itu selalu memenuhi benak saya…


Ketika seorang hawa berkata tidak, satu dunia saya hancur, dunia yang saya jaga dan saya pelihara dengan sungguh – sungguh, dunia yang mereka bilang perasaan..

Ketika seorang hawa berkata tidak, seluruh jiwa saya lepas, dan saya kehilangan apa yang mereka sebut, hidup…


Mengapa, hawa berkata tidak?


_B.D.W_

Tidak ada komentar: